Senin, 13 Agustus 2012

Jual Beli Rumah yang sertifikatnya di Bank

Jual Beli Rumah yang sertifikatnya di Bank
From : kaskus melek hukum
Tanya
Gan, ane mau beli rumah. Tapi rumah yang ane mau beli lagi dijaminkan di Bank X. Bisa ga ya? Prosesnya gimana? Trus si Penjual juga kagak punya duit buat melunasi kreditnya dulu. Masa ane bayarkan pake duit ane dulu gan? Ntar habis gw lunasin trus Sertipikatnya dibw lari gmn nasib ane gan?
 

Jawab

Bisa, tapi tentunya sedikit lebih repot. Karena Bank sbg kreditur tidak akan sembarangan mengeluarkan Sertipikat untuk dichecking (baca penjelasan saya mengenai pentingnya checking). Selain itu untuk transaksi Jual Beli tidak bisa menggunakan fotocopy, meski itu fotocopy yg dilegalisir. Cara yg umum dilakukan ialah agan menggunakan PPAT yg memiiki kerjasama dengan Bank tersebut. Sehingga nanti pihak PPAT yg akan meminjam dari Bank untuk dilakukan cheking dan akan dikembalikan ke Bank setelah selesai. Ada beberapa bank yang tidak keberatan dipinjam ke PPAT yg tidak ada kerjasama dengan bank tersebut, tapi sedikit.
Setelah selesai checking dan dinyatakan bersih, agan bisa langsung ttd AJB, trus ke Bank (bersama-sama dengan Penjual) untuk melunasi kreditnya dan mengambil Sertipikat dan berkas-berkas yg berkaitan. Apabila agan kuatir, agan dapat meminta Notaris untuk membuatkan Surat Kuasa dari Penjual Kepada agan untuk mengambil Sertipikat dan berkas-berkasnya di Bank (pastikan Bank yg bersangkutan tidak keberatan menggunakan Surat Kuasa, sebab ada Bank yg tidak mau alais harus Debitur), sehingga setelah agan lunasin kreditnya, maka agan dapat mengambilnya. Setelah itu agan bawa ke PPAT berkas2nya untuk diproses Balik Nama.
NOTE: Pastikan bahwa Sertipikat dan berkas-berkas lainnya dapat dikeluarkan pada hari yg sama pada saat pelunasan. Kelengkapan yg agan perlu minta dari bank yaitu: Surat Peroyaan (untuk menghapus jaminan) dan Surat Keterangan Lunas. Hal ini digunakan untuk pengurusan di Kantor Pertanahan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar