Sabtu, 12 Januari 2013

Hukum Jual Beli Tanah Antara Mertua dengan Menantu

Rabu, 02 Januari 2013
Pertanyaan:
Hukum Jual Beli Tanah Antara Mertua dengan Menantu
Apakah saya bisa melakukan transaksi jual beli tanah dengan mertua?
ainigy

Jawaban:
http://images.hukumonline.com/frontend/lt506aec66ed27e/lt506bc9aa28ce7.jpg
Pada dasarnya, tidak ada yang larangan untuk melaksanakan jual beli tanah dengan mertua Anda. Jual beli yang dilarang adalah jual beli antara suami istri, sebagaimana terdapat dalam Pasal 1467 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUHPer”), yang berbunyi sebagai berikut:
 
Antara suami istri tidak dapat terjadi jual beli, kecuali dalam tiga hal berikut:
1.     jika seorang suami atau istri menyerahkan barang-barang kepada istri atau suaminya, yang telah dipisahkan oleh Pengadilan, untuk memenuhi hak istri atau suaminya itu menurut hukum;
2.     jika penyerahan dilakukan oleh seorang suami kepada istrinya berdasarkan alasan yang sah, misalnya untuk mengembalikan barang si istri yang telah dijual atau uang si istri, sekedar barang atau uang tersebut dikecualikan dari persatuan;
3.     jika istri menyerahkan barang kepada suaminya untuk melunasi jumlah uang yang telah ia janjikan kepada suaminya itu sebagai harta perkawinan, sekedar barang itu dikecualikan dari persatuan.
Namun ketiga hal ini tidak mengurangi hak para ahli waris pihak-pihak yang melakukan perbuatan, bila salah satu pihak telah memperoleh keuntungan secara tidak langsung.
 
Oleh karena itu, selama perjanjian jual beli tersebut memenuhi syarat sah perjanjian yang terdapat dalam Pasal 1320 KUHPer dan tanah tersebut adalah memang milik mertua Anda (tidak melanggar Pasal 1471 KUHPer), maka jual beli tanah dapat dilakukan antara Anda dan mertua Anda.
 
Pasal 1320 KUHPer
Supaya terjadi persetujuan yang sah, perlu dipenuhi empat syarat;
1.     kesepakatan mereka yang mengikatkan dirinya;
2.     kecakapan untuk membuat suatu perikatan;
3.     suatu pokok persoalan tertentu;
4.     suatu sebab yang tidak terlarang.
 
Pasal 1471KUHPer
Jual beli atas barang orang lain adalah batal dan dapat memberikan dasar kepada pembeli untuk menuntut penggantian biaya, kerugian dan bunga, jika ia tidak mengetahui bahwa barang itu kepunyaan orang lain.
 
Sebagai referensi, Anda dapat membaca juga artikel yang berjudul Sahkah Jual Beli Tanah antara Ayah dengan Anak?
 
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.
 
Dasar Hukum:
Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter sumber@klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar