Selasa, 19 November 2013

CATATAN DARI UJIAN PPAT 2012

CATATAN DARI UJIAN PPAT 2012

Oleh : Brierly Napitupulu, SH, MH, MKn
Hari Senin, 12 November 2012 dan Selasa 13 November 2013 menjadi hari yang besar bagi para calon Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), tidak kurang dari 2700 sd 2800 orang berada di kampus Sekolah Pertanahan untuk mengikuti ujian PPAT.
Satu hari sebelum hari H Para peserta dapat melihat lokasi ujian dan tempat duduknya, saya rasa ada bagusnya juga survey tempat sebelum ujian, paling tidak bagi yang berasal dari luar daerah tahu tempat lebih awal lebih bagus ketimbang baru pas ujian baru cari lokasi, selain daripada itu survey angkutan ketempat ujian taxi, kendaraan umum, berapa lama waktu tempuh dari tempat penginapan, arah kemana, berapa ongkosnya. Selain mungkin mau foto2 buat upload di FB atau Twiter mumpung masih belum ramai atau lagi santai krn kalau pas ujian nggak akan kefikiran lagi buat foto2.
Hari ujianpun tiba Eng ing eng, Wadooh hampir dapat dipastikan arah menuju lokasi ujian pasti akan macet jadi pergi lebih awal sangat dianjurkan (jangan lupa sarapan dulu sebelum ujian), kalau yang tinggal jauh dari tempat ujian dan perginya pake taxi sangat disarankan lebih baek taxinya dibooking satu hari yakinlah pengalaman saya pada saat ujian TIDAK AKAN ADA TAXI YANG KOSONG dan sangat percuma Telepon ke Pool Taxi manapun kagak bakalan ada, jadi bersiap-siap lah sedia payung sebelum hujan itu kata pepatah.
Oh ya sebelum kelupaan waktu di Yogya kemarin saya lupa dikasih tahu atau tidak ya Diminta perserta membawa alas buat Nulis, walhasil karena tidak tahu ya malam sebbelum hari H berburu alas tulis di TB Gramedia, walaupun Meja ujiannya seperti meja kuliah rupanya alas tulis dibutuhkan buat menjepit Kartu Nomor Perserta Ujian juga, tapi bagi yang tidak sempet atau tidak tahu ternyata di lokasi ujian sudah banyak pedagang yang juga menjual alas tulis, tapi siapa yang berani ambil resiko benar tidak ?
Pengalaman lain mungkin bisa dipake sekalian beli alas tulis saya juga beli bolpoint tinta (lupa mereknya apa) tapi harganya sekitar Rp.12.000 itu buat tulisan kita jadi tebal dan besar, dasar pemikirannya untuk jawaban soal dapat dipastikan korektor malas kalau sudah tulisannya kecil2, jelek (karena buru2) dan tipis bayangkan kalau yang mengkoreksi matanya plus 3 pake bolpoint yang halus tulisannya kecil itu namanya nyiksa korektor lama kelamaan males dia baca, tapi kalau tulisannya BESAR TEBAL dan RAPI tentunya secara PSIKOLOGIS yang baca lebih sabar dan tidak buru2 nyalahin jawaban kita sampai selesai, sebagai catatan ingat yang Ujian RIBUAN, Alangkah sayangnya gara-gara tulisan kita yang kurang jelas / tidak terbaca jawaban kita tidak diperiksa lagi semua. (Apalagi waktu membuat Akta yakinkan buatlah sebaik mungkin dan sejelas mungkin). Sebelum Ujian jangan lupa baca doa, minimal BASMALLAH. (ini paling penting masbro end sista).
Panitia tidak mentolerir perbuatan curang itu tata tertib yang disampaikan Panitia sebelum ujian, jadi jangan coba-coba lirik kanan kiri, mengapa ? ada beberapa alasan : Pertama soal buat kanan dan kiri kita sudah jelas berbeda, jadi ya percuma, kedua Didepan Panitia itu ada Foto kita masing-masing jadi kalau dilihat ada gelagat mencurigakan Panitia tidak akan menegur namun langsung mencatat dan dibuat berita acaranya, akibatnya jelas langsung TIDAK LULUS, alasan ketiga Waktu pengerjaan perbagian soal itu sangat sedikit, celingak celinguk kiri kanan hanya menghabiskan waktu, keempat kita mengganggu teman sebelah kita kasihan nanti malah dia yang diskualifikasi gara-gara kita (TEGAnya J). Kelima yang ditanya belum tentu lebih tahu dari yang nanya (iya khan). JADI JANGAN SEKALI2 BERBUAT CURANG, APALAGI BUAT KERTAS CONTEKAN (semua peralatan selain Kartu Perserta Ujian, alat tulis itu diletakan di tengah atau dipojok ditempat yang telah ditentukan tidak boleh ada di kursi atau sekitar kursi kita, jadi percuma ). Selain itu panitianya juga banyak masbro dan dekat dengan perserta jalan-jalan lagi ngawasinnya .
Itu sedikit masalah teknis ujian, kalau dilihat ada beberapa pola soal ujian ini, polanya antara lain kalau sebutkan misalnya SAPTA PERTANAHANAN, itu tidak harus semua kita hapal (hapal semua bagus) tapi paling tidak setengah lebih harus hapal), begitu juga misalnya soal-soal lain yang banyak misalnya hak dan kewajiban, tugas minimal kita hapal setengahnya ya. Pola kedua adalah Pertanyaan tersebut selalu diikuti Dasar Hukumnya (jadi peraturan2 itu harus hapal ya.....), Pola Ketiga biasanya antara soal yang disebutkan diawal akan muncul lagi di soal belakang (berulang-ulang soal sama), konsekuensinya kalau kita salah di yang pertama ya otomatis juga pasti salah di yang berikutnya).
Nah sekarang tentang Pembuatan akta PPAT, banyak perserta yang kecele, karena menggangap seperti kuliah dulu mungkin (Pada waktu dulu mungkin blangko akta kosong dikasih kita tinggal isi), nah ternyata di ujian PPAT tidak ada blangko kosong, yang ada hanya kertas kosong, jadi bagi yang sudah siap ngisi blangko menjadi bingung, lain bagi yang hapal diluar kepala ya lancer saja, jadi rekan2 yang mau ujian dihapal ya akta2 PPAT itu. Masalah lain seperti komparisi ya samalah tidak ada masalah, paling bagaimana kalau pake kuasa, atau memakili PT dll. Hal lain juga jangan lupa masalah penghitungan pajak pasti keluar ini berapa Pajak yang harus dibayar Penjual dan Pembeli. Pesan saya dalam membuat akta usahakan sebaik mungkin (tulisannya jelas), jangan tidak diselesaikan kalau ada 3 akta yang harus dibuat misalnya paling tidak 2 sempurna selesai, buat apa 3 akta tapi hanya kepala doing, isinya nggak ada. Terakhir jangan lupa untuk selalu Doa, kata Pak Ustadz Yusuf Mansur Allah Dulu, Allah Lagi, Allah terus, mintalah sama Allah sebelum ujian, pada saat ujian dan setelah Ujian.
Itulah sedikit pengalaman ujian PPAT 2012, mudah2an bermanfaat dan mudah2an rekan yang ikut ujian PPAT 2013 lulus semua, Insya Allah Amin YRA.

1 komentar:

  1. 1.biasanya ujian ppat itu uang Pendaftarannya berapa ya?
    2.apa" saja Pesyaratannya untuk mengikuti ujian PPAT?
    3.kalau umur sudah 30 tahun baru selesai kulian S2 Notaris, apa boleh langsung ikut ujian PPAT tanpa magang dulu di kantor notaris?
    mohon jawabannya dan sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak

    BalasHapus